Cahaya Kasih Perawat
Di lorong sunyi langkahmu terdengar, Membawa pelita saat harapan pudar. Putih seragammu lambang ketulusan, Merawat raga dengan penuh kelembutan. Tak kenal waktu kau setia menjaga, Menghapus duka, meredamkan dahaga. Senyummu obat bagi jiwa yang rapuh, Menguatkan hati agar tak lagi lumpuh. Terima kasih, wahai perawat mulia, Cahaya kasihmu hangatkan dunia. Di hari ini kami haturkan salam, Untuk pengabdian siang dan malam.
Dit gedicht is geschreven door AI. Kopieer het, deel het, gebruik het in kaarten of toespraken — het is volledig gratis en van jou om te gebruiken.