Ikatan yang Abadi
Di antara riuh dunia yang berputar, Kau hadir sebagai dermaga tempatku bersandar. Bukan hanya tawa yang kita bagi bersama, Namun juga duka, saat air mata menjelma. Seperti akar pohon yang saling menguatkan, Persahabatan kita takkan mudah dipatahkan. Walau musim berganti dan waktu berlalu, Hati kita tetap satu, selaras dan padu. Tak perlu kata untuk saling mengerti, Cukup tatapan mata, rasa itu terpatri. Terima kasih, kawan, untuk setiap jejak, Dalam kisah hidupku, kau adalah sajak terbaik.
This poem was written by AI. Copy it, share it, use it in cards or speeches — it's completely free and yours to use.