Sajak Februari Untukmu
Di bawah langit Februari yang merona, Kutulis sajak rindu tanpa suara. Bukan cokelat atau bunga semata, Namun detak jantung yang setia menyapa. Kau adalah pagi di setiap terjaga, Pelita hangat saat senja tiba. Di Hari Kasih Sayang ini kuberdoa, Agar cinta kita abadi selamanya. Biarlah waktu terus berlalu, Asal kau tetap ada di sisiku. Sederhana saja pintaku padamu, Jadilah rumah bagi hatiku yang rindu.
This poem was written by AI. Copy it, share it, use it in cards or speeches — it's completely free and yours to use.